Sayembara Kritik Sastra DKJ 2007
Sastra Indonesia menunjukkan perkembangan yang menarik dalam beberapa tahun terakhir. Penerbitan buku-buku sastra mencapai taraf kesuburan yang lebih jika dibandingkan dengan masa sebelumnya. Penulis-penulis sastra terbaru hadir susul-menyusul. Pelbagai komunitas sastra juga bertumbuhan, baik dalam penciptaan ataupun apresiasi.
Namun, kritik sastra belum menampakkan gejala yang sama menggembirakan. Kritik sastra, terutama yang bagus dan inspiratif, masih menjadi barang langka. Jika pun tumbuh, ia hanya menjadi kegiatan akademis yang sangat terbatas jangkauannya. Suburnya penciptaan dan apresiasi sastra mutakhir ini ternyata belum dapat diimbangi dengan kritik sastra yang baik dan sehat, apalagi untuk dapat berkembang menjadi tradisi pemikiran pelbagai wacana sastra.
Karena itulah Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta menggelar “Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2007”. Mengambil tema “Sastra Indonesia Memasuki Abad Ke-21”, untuk itu sejumlah pertanyaan pun mengemuka di dalamnya sebagai bahan telaah kritis:
- Adakah kebaruan dalam sastra Indonesia setelah tahun 2000?
- Ataukah yang terlihat adalah keberlanjutan dari tradisi penulisan sastra sebelumnya?
- Bagaimana sastra Indonesia berdialog dengan sastra dunia?
- Apakah konteks kekinian semisal globalisasi, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, mempengaruhi proses penciptaan sastra Indonesia mutakhir?
- Bagaimana eskplorasi bentuk, genre, gaya, tema, gagasan dan kecenderungan dalam karya sastra Indonesia mutakhir?
Kritik dapat membahas satu atau beberapa pertanyaan di atas, satu atau beberapa karya, satu atau beberapa pengarang.
Syarat-syarat sayembara sebagai berikut:
- Ditulis dalam Bahasa Indonesia
- Bentuk esai mengalir (bukan format artikel akademis)
- Panjang 15—20 halaman, spasi 1,5, huruf Times New Roman 12
- Tulisan merupakan karya asli, bukan jiplakan
- Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah kritik
- Naskah kritik hanya berisi judul dan isi. Biodata dan alamat lengkap penulis di lembar tersendiri.
- Naskah kritik tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa.
Lima salinan naskah kritik dikirim ke alamat panitia Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2007:
Dewan Kesenian Jakarta
Jalan Cikini Raya 73
Jakarta 10330
Batas akhir penyerahan naskah 30 September 2007 (cap pos atau diantar langsung). Para pemenang akan diumumkan dalam sebuah acara di Taman Ismail Marzuki, 7 Desember 2007
Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu-gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.
Kriteria Penjurian:
- Ketajaman dalam menggali kekhasan karya.
- Telaah yang inspiratif dan orisinal.
- Argumentasi yang meyakinkan.
- Keberanian menafsir dan kesegaran perspektif.
Hadiah
Juara I Rp 10.000.000.-
Juara II Rp 7.500.000.-
Juara III Rp 5.000.000.-
Tujuh besar Rp 1.500.000.-
Jumlah hadiah tersebut sudah termasuk honor pemuatan di jurnal online Cipta dan buku antologi kritik yang akan diterbitkan dan terakhir pajak ditanggung pemenang.
Agustus 28, 2007 at 12:35 am
cukup menarik untuk diikuti, karena memang saat ini sedang krisis akan kritik sastra di indonesia.
Agustus 29, 2007 at 5:45 am
saya tertarik pada sayembara ini. memang ada banyak perkembangan sastra yang perlu kita ulas sebagai koreksi.
Agustus 30, 2007 at 8:53 am
ya, saya pikir untuk sayembara kritik dkj tahun ini lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya. jika tahun-tahun sebelumnya, kritik sastra yang dilombakan praktis hanya untuk “kritik terhadap karya sastra”; untuk tahun ini tampaknya bisa mengupas pula ihwal fenomena kritik sastranya itu sendiri: membuka peluang untuk menulis “kritik atas kritik”.
September 3, 2007 at 6:42 am
menurut saudara-saudara, kira-kira buku apa ya yang bisa dikritik dengan manis untuk sayembara ini?
Oktober 13, 2007 at 12:35 pm
Perelu kritik, sebab sesudah HB.Yasin berpulang, sastra indonesia seperti tanpa kritik tapi yang ada adalah trend yang dibangun dari kelompok tertentu baik cerpen ,novel dan puisi
November 1, 2007 at 4:57 am
ayolah pada bikin kritik…biar jejak sejarah sastra indonesia lebih teguh melangkah…tak perlu meniru agar tidak gagu…menulis saja, karena menulis adalah suara hati kita..sekarang kan kian banyak fenomena sastra indonesia, mulai dari komunitas, penerbit, pengarang, karya sastra yang kian variatif secara tematik mulai dari seks, agama, budaya lokal, politik, sejarah, dan seterusnya. semua kian berpeluang untuk dibahas…belum lagi sastra Indonesia yang khas nusantara seperti dongeng rakyat…nah.ayo pada bikin kritik.
November 26, 2007 at 4:16 am
Mohon kirimkan lomba kritik atau essay sastra ke email saya ya di riadifahmi@gmail.com
Terima kasih banyak
Desember 10, 2007 at 6:47 am
minta daftar pemenang sayembara kritik ini.