Berita


Laut yang Tenggelam (The Drown Sea)
Raih Awards of Excellence di YIDFF 2007

awards-of-excellence-yidff-2007-3.pngFilm Laut yang Tenggelam (The Drown Sea) yang disutradarai Yuslam Fikri Ansari (Yufik), produksi Komunitas Perfilman Intertekstual (KoPI) Bandung bekerja sama dengan Kantor Bantuan Hukum (KBH) Purwokerto, dan Masyarakat Ujung Alang, Kampung Laut Sagara Anakan, meraih Awards of Excellence untuk kategori New Asian Currents di ajang Yamagata International Documentary Film Festival (YIDFF) 2007. Sepanjang keikutsertaan film dokumenter Indonesia di ajang YIDFF, ini merupakan film dokumenter Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan.

Penghargaan utama (Ogawa Shinsuke Prize) untuk kategori New Asian Currents diraih oleh film dari Cina, Bingai, yang disutradarai Feng Yan. Selain mendapat penghargaan utama, Bingai pun meraih Community Cinema Award. (lagi…)

Laut yang Tenggelam di YIDFF 2007

cover-laut-yang-tenggelam-01.jpgSutradara Yuslam Fikri Ansari (Yufik) — Produser Moh Syafari Firdaus — Co-produser Hapsari Puspitaningsih — Produser Pelaksana Moh Syafari Firdaus, Hapsari Puspitaningnih – Riset Siti Fikriyah, Dhini Yulietta Sari — Kameramen Suherman, Yufik — Editor Moh Syafari Firdaus, Yufik

Produksi 2006, Komunitas Perfilman Intertekstual (KoPI) bekerja sama dengan Kantor Bantuan Hukum (KBH) Purwokerto dan Masyarakat Ujung Alang, Kampung Laut, Sagara Anakan.

Durasi 94 menit — Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda — Subtitel Indonesia, Inggris

²²²

Film Laut yang Tenggelam (The Drown Sea) terpilih sebagai salah satu film dokumenter (dari Indonesia) yang akan diputar dan turut berkompetisi di Yamagata International Documentary Film Festival (YIDFF) 2007, untuk kategori “New Asian Currents”.

Pada YIDFF 2007, ada dua film dokumenter dari Indonesia yang turut berkompetisi di ajang festival itu. Selain Laut yang Tenggelam (The Drown Sea), satu film lainnya adalah Bermain di Antara Gajah-Gajah (Playing Between Elephans) yang disutradrai oleh Aryo Danusiri (2007).

YIDFF 2007 akan berlangsung di Kota Yamagata, Jepang, pada 4―11 Oktober 2007 (untuk lebih lengkapnya, bisa ditengok di http://www.yidff.jp) (lagi…)

Sayembara Kritik Sastra DKJ 2007

Sastra Indonesia menunjukkan perkembangan yang menarik dalam beberapa tahun terakhir. Penerbitan buku-buku sastra mencapai taraf kesuburan yang lebih jika dibandingkan dengan masa sebelumnya. Penulis-penulis sastra terbaru hadir susul-menyusul. Pelbagai komunitas sastra juga bertumbuhan, baik dalam penciptaan ataupun apresiasi.

Namun, kritik sastra belum menampakkan gejala yang sama menggembirakan. Kritik sastra, terutama yang bagus dan inspiratif, masih menjadi barang langka. Jika pun tumbuh, ia hanya menjadi kegiatan akademis yang sangat terbatas jangkauannya. Suburnya penciptaan dan apresiasi sastra mutakhir ini ternyata belum dapat diimbangi dengan kritik sastra yang baik dan sehat, apalagi untuk dapat berkembang menjadi tradisi pemikiran pelbagai wacana sastra. (lagi…)